Kebun Raya Bali - Bedugul Bali, Indonesia

Kebun Raya Bali - Bedugul Bali, Indonesia. Sebuah taman botani besar sebagai tempat konservasi, penelitian, edukasi, rekreasi, dan juga tempat wisata

Kebun Raya Bali atau Kebun Raya "Eka Karya" Bali adalah sebuah kebun botani atau taman botani tropis yang luas dan besar di pulau dewata, berlokasi di kawasan wisata Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, yang berada di bagian tengah pulau Bali kira-kira 56 km dari kota Denpasar.

Kebun Raya Bali juga terkenal dengan sebutan Kebun Raya Bedugul oleh masyarakat Bali sendiri karena terletak di daerah pegunungan Bedugul dengan ketinggian diantara 1250-1450 diatas permukaan laut, dengan luas kebun sekitar 157.5 hektar, temperatur pada siang hari antara 17° - 25° C dan pada malam hari antara 10° - 15° C dengan kelembaban dari 70-90%.

Dikarenakan cuaca yang ada di kawasan kebun raya atau kawasan Bedugul pada umumnya sulit diprediksi maka dianjurkan bagi pengunjung untuk menyiapkan baju hangat, payung ataupun jas hujan sebelum mengunjungi objek wisata Kebun Raya Bali ini.

Untuk mencapai lokasi Kebun Raya "Eka Karya" Bali ini dianjurkan menggunakan mobil, sepeda motor, taksi ataupun bus wisata karena untuk mencapai Kebun Raya Bedugul dengan transportasi umum seperti angkot agak sulit karena jadwal yang sering berubah, selain kebun raya juga terdapat tempat wisata menarik lainnya yang masih dalam kawasan wisata Bedugul seperti objek wisata Pura Ulun Danu Beratan, Danau Beratan dan pasar buah dan sayur-sayuran tradisional Bedugul.

Konten
Sejarah Kebun Raya Bali
Video Kebun Raya Bali - Bedugul Bali, Indonesia
Peta Kebun Raya (Eka Karya) Bali - Bedugul Bali, Indonesia

Bedugul Kebun Raya Bali (Eka Karya) Tabanan Bali, tempat wisata

Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul Bali adalah sebuah tempat yang unik di pulau dewata yang merupakan kombinasi sebagai tempat penelitian tumbuh-tumbuhan, konservasi, pembelajaran sekaligus sebagai tempat rekreasi.

Disini kita bisa bersantai sambil menikmati keindahan dan kesegaran udara dari kawasan wisata kebun raya sekaligus kita dapat belajar kegunaan dari tumbuh-tumbuhan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita, selain bisa menikmati segarnya tumbuh-tumbuhan hutan hujan tropis (tropical rain forest) kita juga bisa menikmati keindahan dan kicauan burung-burung yang ada di sekitar kebun raya ini.

Sejarah Kebun Raya Bali

Sejarah Kebun Raya Bali ini dimulai dari ide dari Prof.Ir. Kusnoto Setyodiwiryo sebagai (Presiden dari Badan Pusat Penelitian Lingkungan) dan sekaligus sebagai kepala dari kebun-kebun raya di Indonesia, dan I Made Taman (Kepala Badan Konservasi Lingkungan dan Pelestarian) untuk membuat sebuah kebun raya di luar pulau Jawa, dalam hal ini adalah pulau Bali.

Pendekatan kepada Pemerintah Provinsi Bali dimulai pada tahun 1955, sampai akhirnya pada tahun 1958 pihak berwenang di Bali secara resmi menawarkan kepada Dewan Pusat Penelitian Lingkungan untuk membangun Kebun Raya di Bali. Berdasarkan perjanjian tersebut, lokasi yang ditentukan dari Kebun Raya meliputi area seluas 50 hektar hutan dan reboisasi Candikuning berbatasan langsung dengan Cagar Alam Batukau.

Tepat pada tanggal 15 Juli 1959 kebun raya "Eka Karya" Bali diresmikan oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, sebagai realisasi dari keputusan Kepala Daerah Tingkat 1 Bali 19 Januari 1959 Nomor 19/E.3/2/4.

Video Kebun Raya Bali - Bedugul Bali, Indonesia

Nama dari kebun raya "Eka Karya" sendiri diusulkan oleh I Made Taman, "Eka" berarti satu dan "Karya" berarti Hasil Kerja. Jadi "Eka Karya" dapat diartikan sebagai kebun raya pertama yang merupakan hasil dari bangsa Indonesia sendiri setelah kemerdekaan Indonesia.

Kebun raya ini dikhususkan untuk mengumpulkan gymnosperma (tanaman berdaun jarum) dari seluruh dunia karena jenis ini dapat tumbuh dengan baik di kebun raya. Banyak koleksi pertama yang diimpor dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, antara lain Araucaria bidwillii, Cupresus sempervirens dan Pinus masoniana. Jenis-jenis tanaman yang asli dari daerah ini termasuk Podocarpus imbricatus dan Casuarina junghuhniana.

Kebun Raya Bedugul Bali
Foto credit: Amelia Rahman via Flickr

Sejak dibuka, pengembangan Kebun Raya "Eka Karya" Bali selalu memiliki situasi naik dan turun dalam pergantian manajemen, antara Dinas Kehutanan Provinsi Bali dan pengelola kebun raya itu sendiri.

Kebun Raya Bali telah dikelola 2 kali oleh Dinas Kehutanan Provinsi Bali, pada 15 Juli 1959 - 16 Mei 1964. Dan setelah peristiwa G 30 S / PKI (1966-1975), pengelolaan kebun secara langsung dikelola oleh staf kebun raya itu sendiri selama 2 periode, sejak 16 Mei 1964 - Desember 1965 dan 1 April 1975 sampai sekarang.

Dari tahun 1964 hingga saat ini, Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul Bali telah mengalami 11 kali perubahan dalam kepemimpinan dengan berbagai pembaharuan. Di bawah kepemimpinan I Gede Ranten, B.Sc. (1975 - 1977) kebun raya diperluas sampai 129,2 hektar. Ekspansi ini diresmikan oleh Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof.Dr.Ir. Tubagus Bachtiar Rifai pada 30 April 1976 dan ditandai dengan penanaman tanaman Chamae cyparis obtusa.

Di bawah kepemimpinan Ir. Mustaid Siregar, M.Si (2001 - 2008) kebun raya diperluas lagi menjadi 157,5 hektar. Meskipun pada awal berdirinya ditujukan untuk konservasi tumbuhan konifer (gymnosperma), Kebun Raya Bedugul terletak di ketinggian 1250-1450 m di atas permukaan laut dengan suhu berkisar antara 18-20° C dan kelembaban 70-90% ini adalah berkembang menjadi konservasi pegunungan tanaman tropis Indonesia timur.

Status saat ini adalah Unit Pelaksana Teknis Botanical Garden Tanaman Balai Konservasi "Eka Karya" Bali (Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1019/M/2002, 12 Juni 2002) dan Tujuan Zona Khusus sebagai Pendidikan dan Penelitian Hutan untuk peruntukan kebun raya "Eka Karya" Bali (Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 252 Indonesia/Kpts-II/2003, 28 Juli 2003). Dengan koleksi ribuan tanaman yang tidak hanya dari Indonesia, Kebun Raya "Eka Karya" Bali adalah tempat yang cocok untuk penelitian, pendidikan dan pariwisata.

Bedugul Kebun Raya Eka Karya Bali, Liburan di Bali, Objek wisata di Bali

Lebih dari 2000 spesies tanaman yang diawetkan di Kebun Raya Bali, diantaranya adalah merupakan tanaman dari daerah pegunungan dari Indonesia timur seperti: Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Tanaman yang baru telah diperoleh dari pembibitan komersial, arboreta, dari kebun raya lainnya dan juga dari program pemuliaan tanaman dan pengumpulan ekspedisi.

Koleksi tanaman yang terdapat di Kebun Raya Bali adalah anggrek, tumbuhan paku dan lumut, Begonia, kaktus, tanaman obat, tanaman untuk sarana upacara/ritual agama Hindu, tanaman air, bambu, Rhododendron, Araceae, Herbarium, dan juga pengamatan burung dengan spesies burung lebih dari 79 ekor yang hidup bebas di kawasan Kebun Raya Bedugul Bali.

Empat fungsi utama dari kebun raya Bedugul Bali adalah:

  1. Eksplorasi, Inventarisasi dan Penelitian
  2. Konservasi
  3. Rekreasi
  4. Pendidikan

Lembaga ini menawarkan sejumlah jasa ilmiah dan fasilitas untuk mendukung penelitian tanaman dan konservasi, termasuk herbarium, bank benih, perpustakaan, rumah kaca, pembibitan, dan basis data tanaman.

Peta Kebun Raya (Eka Karya) Bali - Bedugul Bali, Indonesia

Lokasi dan peta Kebun Raya "Eka Karya" Bali - Bedugul Bali, Indonesia oleh Google Maps

Referensi : Situs Resmi Kebun Raya Bali
Permalink: Kebun Raya Bali - Bedugul Bali, Indonesia | Bali Glory

Bagikan: